Dana Pengamanan Pilkada Capai 5 M

Mataram— jumlah itu untuk 2 putaran, jika pilkada berlangsung 2 putaran. Selain itu tidak hanya untuk Polri tapi juga untuk TNI. Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi (Setprov) NTB, H. Awaluddin pada wartawan, Jumat (11/4) kemarin, mengatakan dana itu akan dicairkan dalam waktu dekat dengan melakukan penadatanganan antara Pemprov NTB dengan aparat keamanan, dana itu berasal dari APBD.

Sebelumnya dana pengamanan yang dianggarkan APBD NTB tahun 2008 adalah 1,5 miliar dari 3,5 miliar yang diusulkan ke dewan. Lalu dari mana dana pengamanan di tambah sedangkan APBD sudah di sah kan? Awaluddin menjelaskan, dana itu diambil dari sisa-sisa anggaran yang masih bisa digunakan untuk kepentingan lain, hanya tinggal merubah peraturan gubernur-nya saja. Kendati demikian perubahan itu harus diusulkan terlebih dahulu ke DPRD NTB dan disetujui mereka. Ini sesuai dengan Peraturan Mentri Dalam Negeri No 44 tahun 2007 yang mengatur tentang keuangan pemilu/pilkada. “Yang penting pengalihan anggaran itu tidak melanggar aturan” jelas Awaluddin. [KB]

 

 

3 Tanggapan

  1. Alangkah mahal harga dan biaya sebuah pesta demokrasi untuk memilih seorang Gubernur ..

  2. ya itulah kita orang indonesia senang pesta sampai lupa plg pesta anak2nya pada lom makan.
    sedikit tentang pemilihan di jepang,.
    pemilihan untuk tingkat kota sampai dengan perdana mentri thn 2007 lalu ,. aku tidak melihat sama sekali kerumunan,. memang negaranya sudah maju,.
    akan tetapi penggunaan dana pemilu nya lebih dipokuskan pada pengadaan logistik pemilu,.
    kampanye dilakukan oleh calon dipinggir2 jalan dengan menggunakan kendanaan2 ada yg sambil putar2 keliling kota hanya menyetel rekaman yg sudah ersedia,.
    respon masyarakatnya gimn ?
    seperti angin lalu ,,.
    mereka berbicara seperti jualan obat di pasar2 yg ada di lombok,.kl pingin mendengan mereka diem kl tidak mereka pun berlalu,.
    disini tidak terlihat sama sekali yg namnaya pemborosan dana pemilu,.untuk kontes dangdut lah,.walaupun itu dari uang calon sendiri, tapikan ada sebagian yg didapat dari uang pemilu ,.
    pemilu di indonesia hanya terlihat seperti ajang jualan suara sepekandan ajang bermanis mulut.
    kenyataan yg nntinya mereka lakukan sangat jauh dari apa yg mereka omongkan sebelumnya,.
    tidakkah semua ini akan menjadi dosa yg terus menerus bertambah dari pelaku politik di indonesia.?

  3. terima aja choi sebuah perjuangan harus ada pengorbanannya sekalipun kita jadi korban dan berharap kpd yang terpilih harus ingat kalau suatu ssat ia akan merasakan kalau dikhianati
    dan mungkin sdh banyak pengalaman nya sehinggan garam sudah tdk terasa asin lagi bahkan mungkin juga manis

Tinggalkan Balasan