Lima Bocah Di Aniaya Tujuh Karyawan UD. Urip Tani

Loteng— Tujuh orang karyawan di UD Urip Tani memukuli lima bocah SD hingga babak belur, massa pun mengamuk dan balik ingin menghajar tujuh karyawan UD. Urip Tani tersebut. Akibat ringan tangan tujuh orang karyawan UD. Urip Tani, kelurahan Perapen Kecamatan Praya, nyaris menjadi bulan-bulanan warga sekitar.

Afifi, Zul, Rizal, dan kawan-kawan nyaris menjadi sasaran amarah warga masyarakat kelurahan Perapen, lantaran telah ringan tangan menganiaya lima orang anak SD, untungnya mereka segera mengamankan diri  ke kantor lurah setempat. Peristiwa itu berawal ketika Sadi (11) bersama empat orang rekannya sedang mencari barang rongsokan untuk dijual. Namun bertepatan dengan masuknya anak-anak tersebut ke areal UD Urip Tani, tiba-tiba accu mobil milik perusahaan itu lenyap dari tempatnya semula, tujuh orang karyawan itu menduga lima orang anak-anak yang masuk dengan dalih mencari barang rongsokan itulah yang mengambil accu tersebut.

Kendati peristiwa tersebut terjadi Rabu (30/4) lalu, namun tujuh orang karyawan tersebut langsung memanggil anak-anak itu satu–persatu. Sadi bersama rekan lainnya menuturkan tujuh orang karyawan UD Urip Tani memukuli mereka hingga babak belur terutama pada bagian mata dan lainnya. Persoalan tersebut kemudian diselesaikan di kantor lurah Perapen, kendati demikian tujuh orang karyawan UD Urip Tani dikenakan denda masing-masing Rp 1 juta untuk biaya pengobatan bagi lima orang korban penganiayaan tersebut. Jika tidak maka mereka akan dilaporkan ke polisi,  upaya damai yang berlangsung di kantor lurah tersebut juga tampak dihadiri Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Tengah.[KB]

Tinggalkan Balasan