NAJA Targetkan 43% Suara

Mataram— Bagi pasangan Nanang Samodra – M. Jabir menang atau kalah dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, tidak ada bedanya, komitmen untuk membangun NTB tidak akan berubah. Relawan pemenangan Nanang Samodra – M. Jabir (NAJA) menargetkan 43% suara dukungan dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2008. dengan target suara itu relawan NAJA optimis mengungguli tiga pasangan calon lainnya.

“Kami optimis bisa mendapatkan 43% suara” kata Koordinator relawan NAJA, H. Mufti Murad pada wartawan di Mataram, Jumat (16/5). Target 43% suara itu dikalkulasikan dari akumulasi perolehan suara lima partai politik pendukung dan target dukungan tambahan. Kelima parpol tersebut adalah PAN, Partai Demokrat, PKPB, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah dan Partai Serikat Indonesia.

Gabungan lima parpol pendukung NAJA mengumpulkan 15,38% suara sah pada Pemilu 2004 atau sekitar 300 ribu suara, jumlah itu akan ditambah dengan penggalangan massa tambahan yang dilakukan relawan NAJA. Mufti Murad mengungkapkan relawan NAJA yang terdaftar diseluruh NTB tercatat 200 ribu orang, setiap relawan akan menggalang lima suara pemilih diluar konstituen 5 parpol pengusung. Dengan demikian menurut dia NAJA akan mengantongi sedikitnya 1,3 juta suara dukungan, dari sekitar 3 juta pemilih. Angka itu cukup untuk megantar kemenangan bagi pasangan birokrat kawakan ini.

Mufti Murad juga optimis NAJA akan unggul terutama di Bima, Dompu, Lombok Timur dan Lombok Tengah. Di kabupaten / kota lainnya suara dukungan diperkirakan akan merata. “Di NTB ini banyak etnis, mari kita berhenti membagi-bagi diri dalam kelompok-kelompok etnis dan mulai bicara sebagai satu kesatuan untuk membangun NTB” kata Mufti Murad.

Di luar itu dia mengatakan pasangan NAJA adalah figure yang paling tepat memimpin NTB periode 2008-2013, pengembangan IPM adalah program prioritas yang ditawarkan sebab IPM NTB masih terpuruk pada urutan ke 32 dari 33 provinsi, dijelaskan tolak ukur IPM meliputi tingkat kesehatan pendidikan dan ekonomi. Menurut Mufti perekonomian NTB relative baik dibandingkan dua tolak ukur IPM lainnya. Masih banyak orang yang belum mendapat akses pendidikan, angka kematian ibu dan bayi di NTB juga sangat tinggi. Kendati optimis menang Mufti mengatakan komitmen NAJA untuk membangun NTB tidak akan berubah meskipun kalah dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Kita terus berikhtiar dan berdoa, menang ataupun kalah  NAJA tetap akan bersama-sama masyarakat NTB membangun daerah ini” ungkapnya. Lebih jauh dia mengatakan relawan NAJA tunduk pada aturan-aturan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur, saat ini relawan NAJA secara bertahap mulai membongkar atribut kampanye ditempat-tempat umum, sembari menunggu masa kampanye 20 Mei mendatang, sebelum masa kampanye atribut NAJA hanya akan ada dirumah pribadi, posko dan tempat-tempat yang diperbolehkan.[KB]

 

Tinggalkan Balasan