Mataram— Isu pencalonan Tuan Guru Bajang masih belum dipahmi berbagai kalangan, khususnya bagi warga Nahdlatul Wathan. Bagi warga NW TG Bajang yang dikenal adalah, TG Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani sebab sudah sejak lama ia diperkenalkan Almagfurullah Maulana Syekh Zainuddin Abdul Majdi pada masa hayatnya , sayangnya warga NW mengira Tuan Guru Bajang ini yang mencalonkan diri sebagai Gubernur.
Kini warga NW masih kebingungan, disatu sisi, isu yang berkembang bahwa yang mencalonkan diri itu adalah Tuan Guru Bajang. Buktinya puluhan tokoh NW yang tergabung dalam Forum Pembela Tuan Guru Bajang K.H. Muhammad Zainuddin Atsani, Jumat (16/5) kemarin mendatangi sekretariat PB NW Mataram. Ust. Burhan salah seorang tokoh NW Dompu yang datang ke Mataram menuturkan bahwa warga NW yang ada dipulau Sumbawa mengira Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani yang menjadi calon Gubernur.
“Kami memang jarang bertemu dengan Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani sejak lama, apalagi beliau baru pulang dari Madrasah As-Shaulatiyah sehingga ketika ada isu TG Bajang yang mencalonkan diri kami mengira bahwa beliau yang mencalonkan diri” ungkapnya.
Ia Menambahkan bahwa Begitu juga yang ada dipulau Lombok isu Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani sebagai calon masih sering terdengar diwarga NW, terutama bagi para jemaah yang ada ditempat-tempat terpencil, awalnya memang kami mengira yang jadi calon Gubernur adalah Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani karena disebut Tuan Guru yang jadi calon Gubernur itu adalah anaknya Drs. TGH L Gede Wiresentane. Itulah sebabnya kami semakin yakin bahwa Tuan Guru Bajang K.H L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani yang mencalonkan diri, kata L. Nurate asal Pujut Lombok Tengah yang kemari hadir juga di Mataram.
Dia mengatakan ketika Tuan Guru Bajang KH L gede Muhammad zainuddin Atsani menghadiri berbagai tempat pengajian dirinya selalu ditanyakan apakah Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani yang menjadi calon Gubernur. “Kok masih saja saya yang dikira mencalonkan diri sebagai calon Gubernur, padahal jelas saya tidak sedang menjadi kandidat Gubernur, jadi kalau ada yang mengatakan Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani mencalonkan diri itu tidak benar” kata Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani pada para tokoh NW.
Setelah para tokoh NW mendapatkan penjelasan dari Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani mereka baru percaya kalau Tuan Guru Bajang yang mereka maksud tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB mendatang. Sebagai warga organisasi NW yang taat pada pimpinan sudah menjadi tradisi warga untuk mempertanyakan kemana dan hendak mendukung siapa dalam Pilkada Gubernur NTB mendatang, sesuai hasil keputusan musyawarah Dewan Musyatasar Pengurus Besar NW Januari lalu, NW mendukung calon Gubernur yang diusung Partai Golkar, maka sudah jelas yang didukung NW adalah paket H. L. Serinata-Husni Djibril jawab Tuan Guru Bajang K.H. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani.
Mendengar keterangan tersebut mereka menyatakan dukungannya untuk paket SERIUS sesuai dengan keputusan PB NW dibawah pimpinan Umi Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid dan tidak akan memberikan dukungan pada siapa pun, “sesuai wasiat Almagfurullah bahwa kami harus taat pada pimpinan, siapapun yang dipilih NW itulah pilhan kami” kata Burhan pada wartawan. [KB]
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori



Maju terus Nahdlatul Wathan
serahkan semuanya pada ahlinya, apabila kita menyerahkan suatu urusan bukan pada ahlinya maka tunggulah kehancuran akan datang.
Salah informasi ini hanya manuver saja, ujungnya jelas mendukung paket Serius dan menolak paket Baru. Siapapun tahu yang mencalonkan diri adalah Tuan Guru Bajang Zainul Majdi MA bukan Zainuddin Tsani, bahkan orang bukan NW sekalipun.
Mudah2an orgnisasi sebesar NW tidak menjadi alat politik, cukuplah perpecahan yang lalu2 mari kita saling membahu di jalan Allah, kami bersyukur masih ada keturunan Alm. Syeikh yang mau mencalonkan diri jd pemimpin NTB, diusung partai yang amanah. Mudah2an semua pemimpin di negeri ini orang yang alim, bukankah para pemimpin kita di masa lalu adalah ulama? Mari kita lihat sejarah, nabi Daud as,Sulaiman as, Yusuf as, dll,kemudian penghulu ulama Rasulullah SAW, Abu Bakar ra dan khulafaurrosidin lainnya, dan generasi setelahnya. Mudah2an umat Islam di NTB mempercayakan kepemimpinan mendatang kepada orang yang alim, tentunya ulama islam yang dapat menjadikan kepemimpinannya sebagai jalan dakwah. Semoga Allah SWT memudahkan jalan yang berniat ikhlas. MAJU TERUS TUAN GURU BAJANG…