Independent Ricuh Lagi

Mataram— Tuntutan agar Komisi Pemilihan Umum (KPUD) NTB menunda pelaksanaan Pilkada masih saja berlangsung. Seolah tidak ada jalan lain lagi, aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan pendukung calon independent bertambah keras, alhasil kericuhan pun kembali terjadi. Sabtu (17/5) lalu aksi ratusan massa pengunjukrasa yang mendukung calon independent kembali berakhir dengan kericuhan.

Massa yang melakukan aksi sama sekali tidak digubris KPUD NTB. Mereka mencoba mendobrak pintu gerbang KPUD NTB bersama massa lain yang berasal dari Forum Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia. Alhasil cara tersebut malah menjadi boomerang bagi para demonstran. Barisan aparat kepolisian yang awalnya hanya sendiri menjaga pintu gerbang itu langsung mengambil tindakan untuk membubarkan massa dengan paksa. Akibatnya beberapa orang massa harus rela dibopong ke Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram untuk mendapatkan pengobatan mereka adalah, Mustafa, Ramdani, dan Seri Sudarjo.

Setelah terjadi bentrokan, sempat juga terjadi percekcokan antara Kapolres Mataram, AKB Triyono BP dengan koordinator lapangan Forum Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia, M. Taufik Budiman SH. Taufik mengatakan, dengan terjadinya bentrokan yang menyebabkan sebagian massa terluka pihaknya meminta pertanggungjawaban Kapolres Mataram, “kami minta Kapolres bertanggungjawab atas kejadian ini, dan ini kami laporkan ke Komnas HAM” tegasnya.

Sedangkan Kapolres mengatakan, tindakan anggota kepolisian hanya untuk menjaga keamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika Forum Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia ingin melaporkan kejadian tersebut, iya silahkan saja, tandas Triyono. Setelah kepolisian menghentikan aksi tersebut, massa ternyata tidak berhenti berorasi. Forum Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia yang tadinya bergabung dengan KPI NTB, langsung bergeser ke gedung Kepolisian Daerah (Polda) NTB guna melaporkan kejadian tersebut untuk di tindaklanjuti, terlihat tidak ada massa KPI yang ikut melaporkan hal itu karena mereka sudah duluan membubarkan diri setelah kericuhan di gedung KPU NTB. Aksi ricuh yang terjadi digedung KPU NTB tersebut merupakan kali ke dua setelah sebelumnya massa KPI NTB sendiri yang mengAlaminya. [KB]

Tinggalkan Balasan