Mataram— Antisipasi berbagai konflik baik sebelum dan setelah Pilkada, Jaringan Dinamika Pembangunan NTB (JADIP) menggelar diskusi di gedung Sangkareang, lingkup kantor Gubernur NTB, Kamis (22/5) kemarin. Diskusi damai yang menyorot langkah akurat mengenai antisipasi terjadinya konflik dalam Pilkada di daerah ini, menghadirkan beberapa tokoh masyarakat (Toma), aparat kepolisian dari Polda NTB, Korem 162 Wira Bhakti, Bakesbanglinmas, mahasiswa, Pam Swakarsa, serta masyarakat umum.
Asisten I Setprov NTB, H. Sirojul Munir dalam sambutanya mengatakan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu baik pemilu lokal maupun nasional harus dipersiapkan dengan baik. Hal itu untuk meminimalisir potensi konflik yang mungkin akan terjadi. Kondisi tersebut harus didukung komitmen dan kemauan kuat dari seleuruh elemen masyarakat serta kandidat dan pendukung masing-masing.
Semuanya berkomitmen mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara dalam rangka mewujudkan Pemilu yang berkualitas dan bermartabat, tandas Sirojul. Diungkapkannya dala peroses penyelenggaraan pesta demokrasi ada tiga fase yang dinilai rentan konflik, yakni Fase Pra Pilkada, fase pelaksanaan Pilkada, fase Pasca Pilkada. Pada tahapan Pilkada, jelasnya, fase yang rentan konflik umumnya yang terjadi pada tahapan pendaftaran calon, tahapan verifikasi, pengumuman dan penetapan calon, penetapan nomor urut, masa kampanye dan masa tenang. Pada tahapan pelaksanaan titik rawan biasanya terjadi pada saat pemungutan dan penghitungan suara, jelas Sirojul menambahkan.
Sementara pada pasca Pilkada, pada tahapan penetapan hasil Pemilu dan tahapan perolehan jumlah kursi dan calon terplih serta pengucapan sumpah janji dicatat sebagai titik rawan. “Tahapan tersebut jika kita tidak waspadai akan sangat berpengaruh, tidak hanya dari sisi penciptaan Pemilu berkualitas melainkan berpengaruh pada stabilitas kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang” ujarnya.
Sementara Ketua panitia diskusi Zulaidi berharap, acara yang digelar pihaknya mampu memberi pemahaman pada masyarakat, minimal mengenai langkah yang dilakukan jika konflik terjadi. Ini merupakan pembekalan bagi Toga dan Toma, agar dapat mengambil peran secara aktif dan mandiri untuk memberikan kesejukan pada masyarakat. [KB]
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori


