Lotim— Pemberian bantuan dana sosial kepada sejumlah elemen masyarakat dengan nilai miliaran rupiah oleh Bagian Sosial Setda Lombok Timur, disoroti sejumlah pihak. Pemberian sumbangan dana stimulan kemasyarakatan tersebut dinilai berlebihan dan menghambur-hamburkan uang Negara, dan diduga hanya untuk kepentingan politik sesaat.
Salah seorang tokoh muda Lotim, Roma Hidayat mengatakan, “hal seperti itu merupakan pola-pola lama yang diduga dilakukan oleh calon incumbent menjelang suksesi untuk mendapatkan simpati masyarakat. Seharusnya pemerintah lebih obyektif dengan tidak mengedepankan kesempatan dalam kesempitan dalam memberikan bantun kepada masyarakat” tandasnya.
Namun hal itu dibantah Kabag Sosial Setda Lotim, Drawani. Pada wartawan, Jumat (23/5) kemarin, ia menegaskan pemberian bantuan pada dasarnya berjalan lama dalam rangka membangkitkan Ghiroh Ummat di belahan gumi selaparang untuk selalu berswadaya dalam memajukan daerahnya. “Bantuan yang kita berikan kepada mereka hanya bersifat stimulant. Dan itu pun nilainya tidak sebanding dengan semangat dan biaya pembangunan sarana peribadatan yang mereka bangun secara swadaya dengan nilai miliaran rupiah” kilahnya.
Menurutnya pemerintah berkewajiban mendukung masyarakat secara moril maupun materill. Dipaparkan dana bantuan yang diberikan pemerintah senilai Rp 3.547.650.000 itu disalurkan antara lain untuk sarana peribadatan , sosial kemasyarakatan seperti pontren, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Juga untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan lembaga keagamaan. “Jadi ini tidak ada hubungannya dengan politik” tandasnya.[KB]
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori


