Loteng— Beberapa tahun terakhir stok darah di kabupaten Lombok Tengah tidak pernah cukup, akibatnya setiap pasien yang membutuhkan darah, kekurangannya harus ditanggulangi oleh pihak keluarga. Ironisnya lagi sejauh ini pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Tengah maupun Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Praya yang merupakan tempat penyimpanan darah tidak memiliki data riil jumlah persediaan darah.
Sekretaris PMI Loteng Syafe’I ketika dikonfirmasi wartawan mengakui hal tersebut. “memang tidak pernah ada data berapa persediaan darah karena darah itu tidak pernah disimpan lama-lama, begitu pasien membutuhkan darah langsung diberikan” ungkapnya.
Tapi, lanjutnya darah yang dibutuhkan pasien selalu lebih banyak dari persediaan, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya secara kontinyu melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih banyak melakukan donor darah. Diakuinya masyarakat Loteng cendrung takut untuk melakukan donor darah, padahal bila masyarakat melakukan donor darah banyak keuntungan yang bisa diperoleh diantaranya masyarakat dapat mengetahui golongan darahnya, bisa mengetahui apakah dirinya terjangkit HIV/AIDS atau tidak dan masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya. [Lp]
DIarsipkan di bawah: Kesehatan


