Lotim— Kartu BLT di Kabupaten Lombok Timur diduga banyak yang diperjual belikan. Hal tersebut diperkirakan karena warga tidak sabar ingin secepatnya mencairkan kartu BLT tersebut walaupun dengan menjual kartu BLT-nya dengan harga yang cukup murah kepada orang lain.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Inaq Mah (35) warga desa Tanjung, Labuhan Haji mengaku terpaksa menjual kartu BLT-nya kepada orang lain dengan harga Rp. 500 ribu karena ingin secepatnya mendapatkan uang yang akan dipergunakan sebagai ongkos suaminya pulang dari rantauan.
Awalnya Inaq Mah tidak ingin menjual kartu BLT-nya namun karena terus dipengaruhi oleh sang pembeli kartu BLT-nya dengan dalih bahwa pembagian dana BLT tersebut masih lama, dan disamping itu keinginannya agar sang suami dapat pulang kampung semakin menggebu-gebu.
Selang beberapa hari berikutnya barulah Inaq Mah merasa menyesal karena telah menjual kartu BLT-nya pasalnya pencairan dana BLT tersebut sudah bisa dilakukan, tidak seperti yang disampaikan oleh orang yang membeli kartu BLT-nya tersebut. “saya menyesal menjual kartu saya, mungkin itu bukan rezeki saya” ungkapnya lirih. Sementara itu menanggapi kejadian tersebut Kepala Kantor PT. Pos Cabang Lombok Timur , Mahaputra mengakui tidak tahu menahu kalau ada kartu BLT yang diperjul belikan. [Le]
DIarsipkan di bawah: Ekonomi


