Masa Peralihan, Pejabat Lotim Tegang

Lotim— Memasuki masa peralihan pemimpin Lombok Timur dari kepemimpinan Bupati yang lama Ali BD ke Bupati yang baru yakni Sukiman Azmy suasana perkantoran di Lombok Timur menjadi lengang dan tegang. Pasalnya hampir semua Dinas atau instansi yang ada kelihatan sepi karena tidak ada pegawai atau staff yang masuk kantor.

Berdasarkan pantauan wartawan di beberapa instansi, para pejabat dan pegawai banyak yang tidak masuk kantor kalaupun ada mereka menunjukkan raut wajah yang tegang dan  mengkerut seolah sedang berikir keras. Selidik punya selidik berdasarkan pengakuan beberapa orang pegawai di sebuah instansi yang dipantau oleh wartawan mengungkapkan bahwa suasana tegang tersebut merupakan imbas dari pergantian Bupati, dimana para pejabat atau pegawai merasa khawatir dengan kepemimpinan Bupati yang baru, maka posisi mereka akan digantikan oleh orang lain.

Kekhawatiran juga Nampak jelas pada beberapa orang pejabat yang nota bene bukan pendukung Bupati yang baru, suasana seperti ini tentunya sangat berpengaruh pada kinerja masing-masing dinas atau instansi guna memberikan pelayanan bagi masyarakat. Arif salah seorang pegawai  menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut merupakan hal yang wajar namun ia berharap masyarakat harus tetap diutamakan untuk dilayani. “andaikan saya di posisi para pejabat tersebut mungkin saya juga akan pusing tujuh keliling memikirkan nasib saya kedepannya” ungkap Arif kepada wartawan. [Le]

 

8 Tanggapan

  1. Hehehe…

    Ini akibat dari pejabat Pemda terlalu berpolitik dan fanatik memihak salah incumbent akibatnya malah menganggu kinerja instansi yang dipimpinnya. Pusing memikirkan jabatannya semata.
    Semoga SUFI mau dan bisa memilih pejabat pemda yang profesional dan bukan balas dendam politik. Pak Ali BD dikenal sering memutasi pejabat dan mengangkat yang dianggap royal ke dia, Itu hak dia sebagai bupati.
    Tapi semoga SUFI mau merubah paradigma mengedapankan prestasi daripada hubungan royalitas.

  2. Makanya jadi pejabat jangan pada bodoh berpihak nyata pada pasangan calon sampai-sampai, mobil dinas buat nyalurkan sembako (alias many politik), bahkan dimana-mana mengadakan tekanan dengan jabatabnnya (mau nerapin gaya ORBA, udah nggak musim).

  3. wahhhhhhhhh pak ali bd kalah ya tapi kabarnya dia mau nuntut KPU. ya deh pak tuntut aja sekalian panwaslu biar ketahuan belangnya waktu kampanye bagi2 sembako tekanan terhadap pegawe2 dipemerintahan dll. itung2 gali lobang sendiri lah…

  4. yaaa ialah wajar aja ada kecemasan. Orang boleh pihak sana-pihak sini Pro ALi BD boleh, sufi boleh. mau licik boleh semua orang bisa salah termasuk sufi jangan ajum sendiri bilang dirinya terbaik pasti ada belangnya juga lhoo …..

  5. Bajang sasak benar sekali orang boleh berpolitik dan memilih berafiliasi dengan calon tertentu.
    Tapi ingat PNS adalah hakekatnya pelayan publik dan jabatan instansi yang diembannya adalah untuk melayani kepentingan masyarakat dan bukan digunakan untuk mendukung salah satu calon tertentu. Seorang PNS mestinya bisa membedakan mana kewajiban dan haknya, sehingga tidak begitu saja memfokuskan diri pada persoalan politik. Akibatnya ya mereka takut menjadi ‘korban politik’ dari pihak pemenang padahal sejak terlibat jauh dalam dalam urusan politik, mereka dan masyarakat luas sudah menjadi korban.

  6. p’ gubernur tolong lihat daerah bima (wera) maudi rebut oleh orang-orang tidak bertanggung jawab 1x lagi tolong di perhatikan p’gubernur

  7. Pak Ali telah banyak berbuat zhalim kepada para guru
    makanya dia sekarang Kuwalat. “Guru kok dilawan”

    Pak Ali juga sering copot sana-copot sini, banyak pejabat di Lotim yang naik gara-gara dekat dengan Pak Ali, padahal pejabat itu sama sekali bukan bidang dan ahlinya.

    Banyak para pejabat/kepala dinas yang sangat pro Pak Ali, makanya sekarang pada merah pipinya “siap-siap dicopot dari jabatannya, karena dia dulu juga semena-mena mencopot2 dan bikin2 SK fiktif”.

    Selama kampanye, menjelang hari H pencoblosan
    banyak ditemukan “serangan fajar” berupa sembako dan amplop uang dari pasangan pak serinata dan pak Ali.
    makanya banyak para pendukungnya “yang tidak percaya kalah” Stresssssssssss jadinya.

    Ada tetangga pegawai Pemda, langsung lemas dan sakit karena mendengar Pak ALI BD Kalah.

    DUNIA INI SANDIWARA….
    SIAPA YANG MENANAM DIA YANG MEMANEN

    http://www.sehatdankaya.co.cc

  8. yo weslah…wajar pak para pejabat pada khawatir dengan jabatan mereka, karena para pejabat tersebut bekerja tidak sesuai dengan tuntutan tugas, mereka hanya bekerja mengeruk keuntungan saja dan tidak melayani masyarakat dengan baik… salah contoh kecil saja….bagian sosial Pemda Lotim, para pegawainya tidak ada ramah-ramahnya pada masarakat kecil yang minta bantuan dana… dan masih banyak lagi kebobrokan yang harus dibongkar oleh SUFI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: