Tersangka Penyelewengan Dana Gizi Buruk Akhirnya Meringkuk Di Penjara

Loteng— Para tersangka kasus penyelewengan dana bantuan gizi buruk tahun 2005 kabupaten Lombok Tengah yakni Mantan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr.H.L. Sekarningrat dan Kasubdin Pelayanan dan Kesehatan Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr. Sudarma akhirnya Kamis (17/7) sekiar pukul 13.30 wita dijebloskan ke penjara oleh Kejaksaan Negeri Praya.

Kepala Kejaksaan Negeri Praya Mahatma Sentanu kepada wartawan menjelaskan bahwa kedua tersangka saat ini sedang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Praya Penahanan kedua tersangka dilakukan karena kedua tersangka tersebut secara sah terbukti telah menyalah gunakan dana bantuan gizi buruk untuk Kabupaten Lombok Tengah tahun 2005 lalu.

Dijelaskan oleh Mahatma Sentanu bahwa kedua tersangka masing-masing dr. Sudarma selaku pimpinan kegiatan dan dr. H.L. Sekarningrat sebagai pengguna anggaran telah mengetahui terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh pihak rekanan namun tetap saja mereka (kedua tersangka-red) merealisasikan dana proyek tersebut. Dimana keseluruhan dana tersebut berjumlah Rp. 600 juta.

Akibat penyelewengan yang dilakukan oleh para tersangka diperkirakan Negara merugi hingga Rp. 100 juta lebih. Penasehat hukum para tersangaka M. Busairi, SH ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak Kejaksaan. Sementara itu perihal permintaan penangguhan yang diajukan oleh penasehat hukum para tersangka, Mahatma Sentanu mengaku belum bisa memberikan jawaban karena ia harus  meminta petunjuk dan persetujuan dari Kepala Kejaksaan Tinggi NTB terlebih dahulu.

“Kami harus meminta petunjuk Kajari NTB terlebih dahulu, persoalan dikabulkan atau tidak kami belum tahu” ungkapnya.Terhadap para tersangka Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menjerat para tersangka dengan pasal 3 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Junto UU No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu seorang tersangka lagi yakni Direktur rekanan yang menangani masalah gizi buruk tersebut RH perkaranya masih disidangkan dan telah sampai pada tahap penyampaian Pledoi, oleh JPU RH dituntut 4 tahun penjara. [Le]

 

 

 

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kok 15 tahun sih pak kalo bisa 100 tahun aja biar kapok. gimana nga kurang giji masyarakat lombok tengah yg makan gizinya pejabat kesehatan loteng sendiri gimana seh ini…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: