SMAN 1 Prabar Mulai Berbenah

Loteng— Setelah sekian lama SMAN 1 Praya Barat kehilangan gaungnya dari dunia pendidikan Lombok Tengah, akhirnya baru-baru ini SMAN 1 Praya Barat mulai menunjukkan perubahan-perubahan yang signifikan sehingga gaung SMAN 1 Praya Barat mulai terdengar lagi. Semenjak Drs. L. Amsiah, M.Pd di tempatkan di SMAN 1 Praya Barat telah banyak kemajuan yang dilakukan, baik itu kemajuan fisik maupun non fisik.

Dari segi fisik penampilan SMAN 1 Praya Barat berubah total yang awalnya terkesan kumuh dan tidak terawat kini telah menjadi sekolah yang asri dan bersih apalagi saat ini sedang melakukan pembenahan-pembenahan dengan membangun berbagai fasilitas penunjang seperti Lapangan Basket, Voli, Sepak Bola, Kolam, Taman dan lain sebagainya.

Sementara itu dari segi non fisik secara statistic prestasi-prestasi yang diraih oleh SMAN 1 Praya Barat juga meningkat seperti Juara I Pencak Silat Tingkat Provinsi, Juara II Cerdas Cermat Pancasila Dan UUD 1945 Tingkat Kabupaten, juara I Penulisan Cerpen Tingkat Provinsi dan masih banyak lagi prestasi-prestasi lainnya yang telah diraih.

Kepala Sekolah SMAN 1 Praya Barat Drs. L. Amsiah, M.Pd melalui salah seorang Guru BP/BK,  L. Mardani, S.Pd menjelaskan bahwa semua kemajuan dan perkembangan yang diperoleh adalah berkat usaha dan kerjasama semua pihak terutama antara pihak sekolah dan Komite, diakuinya peran Komite Sekolah dalam mensuport sekolah sangatlah besar “ketua komite sekolah L. Rahaja beserta anggota komite lainnya secara terus-menerus berusaha membantu sekolah agar bisa lebih maju lagi” ungkapnya.

Dijelaskan oleh L. Mardani juga bahwa walaupun SMAN 1 Praya Barat sudah mulai menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan akan tetapi masih terdapat berbagai kendala seperti masih kurangnya jumlah ruangan kelas yang ada, saat ini SMAN 1 Praya Barat hanya memiliki 16 ruangan kelas untuk menampung 820 orang murid dan 41 orang guru beserta staff.

Dengan kondisi tersebut berarti rata-rata setiap kelas menampung 47 sampai dengan 50 orang murid, tentunya hal tersebut tidak sesuai dengan standar kelayakan dalam proses belajar mengajar dimana seharusnya setap kelas hanya menampung maksimal 30 orang murid. Menyikapi persoalan tersebut pihak sekolah berencana untuk menambah jumlah ruangan kelas dimana dananya akan diambilkan dari berbagai sumber seperti sumbangan awal tahun dan sumber-sumber lainnya.

Diungkapkan oleh L. Mardani bahwa jumlah sumbangan awal tahun di SMAN 1 Praya Barat adalah jumlah yang paling rendah atau sedikit bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Loteng yakni sebesar Rp. 800 ribu dimana dari jumlah tersebut sudah termasuk juga iuran selama 3 bulan, iuran kesehatan dan iuran-iuran lainnya. “walaupun jumlah sumbangan yang kami tarik paling sedikit tapi berkat bantuan dan kepercayaan berbagai pihak kepada kami, maka kami mampu berbenah sampai sejauh ini” terangnya.

Sementara itu Salah seorang siswa yang juga merupaka Ketua Osis SMAN 1 Praya Barat L. Piringadi mengaku ia dan siswa-siswa lainnya merasa sangat puas dan bangga atas semua usaha yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Guru beserta Komite SMAN 1 Praya Barat. “kami sangat puas dan bangga, karena sejak Pak Amsiah menjadi Kepala Sekolah, SMAN 1 Prabar menjadi lebih baik” akunya sambil tersenyum lebar.[Le]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: