LSM Di Loteng Di Duga Banyak Yang Ilegal

Loteng— Dari 30 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan di wilayah Loteng yang tercatat dalam data milik Badan Kesatuan Bangsa Politik Dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Loteng tidak sedikit diantaranya yang disinyalir tak memiliki izin alias illegal.

“memang banyak kami sinyalir LSM illegal di Loteng ini” ujar Kepala Bakesbanglinmas Loteng, L. Luthfie kepada wartawan, padahal menurutnya pendirian LSM adalah hak setiap warga Negara namun diharuskan terlebih dahulu untuk mendaftarkan diri ke Bakesbanglinmas sebelum beraktifitas di Lombok Tengah.

“kalau mereka beraktifitas di Lombok Tengah maka harus mendaftarkan diri di kami” (Bakesbanglinmas Loteng-red) seru L. Luthfie. Luthfie juga menjelaskan bahwa tahun 2006 lalu jumlah LSM maupun organisasi kemasyarakatan yang sudah masuk dalam data Bakesbanglinmas sebanyak 27 LSM, setelah itu belum ada lagi yang mendaftarkan diri, kendati banyak sekali yang bermunculan belakangan ini.

Berdasarkan pantauan wartawan beberapa tahun terakhir memang dengan adanya ketidak jelasan LSM-LSM yang berktifitas di Loteng sangat merugikan masyarakat pasalnya banyak oknum yang mengatasnamakan suatu LSM untuk melakukan perbuatan melanggar hukum. Saharudin salah seorang warga Praya mengaku pernah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh salah satu LSM di Lombok Tengah. “saya pernah menjadi korban mereka, sebaiknya LSM-LSM kacangan yang banyak bermunculan di Loteng ini di tertibkan saja soalnya mereka hanya mencari uang semata” ungkapnya. [Le]

 

3 Tanggapan

  1. Sudah banyak bukti kalau LSM di Loteng nyari uang semata, awalnya berkoar-koar tapi begitu di sogok langsung diam, mereka juga menjadikan para pejabat di Loteng sebagai mesin ATM !!

  2. Bagi yang mau menggunakan jasa LSM Loteng cukup membayar sesuai dengan paket berikut :
    1. Bayar 10 juta, demo selama 2 hari, massa 100 orang
    2. Bayar 5 juta, Demo 1 hari, massa 50 orang
    3. Bayar 1 juta, Demo 1 Hari, massa tidak tentu

    mau pilih yang mana?

  3. Separah itukah?

    Jangan-jangan orang-orang LSM kita di situ belum ngeh apa itu LSM. Jangan-jangan mereka mengartikannya tidak lebih seperti fora mahasiswa dibentuk untuk tujuan demo/cuap-cuap terhadap isu-isu tertentu kayak jaman mereka kuliah dulu. Misalnya menghadapi kelangkaan minyak tanah, mahasiswa akan membentuk ” FMPKKM (Forum Mahasiswa Peduli Korban Kenaikan MiTan)”, hehe… Forum tersebut hanya terdiri dari satu orang koordinator/ketua dan dua atau tiga orang yang memegang peran multifungsi. Setelah demo sekali/2 kali, maka nama forum tersebut tidak akan terdengar lagi.

    BEGITUKAH KIRA-KIRA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: