Staff Ahli Loteng Dinilai Sebagai “Orang Buangan”

Loteng— Pandangan mengenai staff ahli adalah merupakan orang-orang buangan di Kabupaten Lombok Tengah nampaknya tidak salah, pasalnya sampai saat ini para staff ahli yang diangkat oleh Bupati Wiratmaja beberapa waktu lalu yang sedianya diperuntukkan membantu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan ternyata belum difungsikan sama sekali.

Sejak diangkat menjadi staff ahli Bupati lima orang pejabat eselon II Loteng masih belum mengetahui secara jelas tugas mereka. Hal tersebut disinyalir karena belum jelasnya tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) staff ahli khususnya untuk di Kabupaten Lombok Tengah.

Salah seorang staff ahli yang dimaksud, Edy Riung kepada wartawan menjelaskan ia dan para staff ahli lainnya belum bisa mengerjakan apa-apa lantaran Tupoksi belum mereka terima. “belum ada yang bisa kami kerjakan, Tupoksi terhadap apa yang akan kami kerjakan belum ada” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan oleh Lotengpers sebelumnya bahwa setiap harinya ruangan yang diperuntukkan bagi para staff ahli tersebut selalu terlihat sepi, kalaupun ada staff ahli yang datang mereka hanya duduk-duduk sambil baca koran dan setelah itu pulang. Ketika dikonfirmasi masalah tersebut Edy Riung membenarkan hal tersebut. “itu dikarenakan belum jelasnya Tupoksi” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga Edy Riung membantah kalau ia dan re staff ahli lainnya adalah orang buangan. “itu tidaklah benar sebenarnya pekerjaan kami sudah jelas sesuai dengan ketentuan, namun dalam proses penyusunan” tegasnya lagi.

Sementara itu Ketua Balai Informasi Masyarakat Loteng, Le Wharid Rakhmana menilai pengangkatan sejumlah staff ahli selama ini adalah merupakan hal yang sangat mubazir karena disamping tidak memiliki pekerjaan, para staff ahli tersebut juga menghabiskan uang rakyat dengan gaji buta.

Terkait alasan yang disampaikan oleh Edy Riung sehingga mereka belum bisa bekerja, Le Wharid menjelaskan alasan yang disampaikan oleh Edy Riung tersebut adalah alasan yang dibuat-buat. “keberadaan staff ahli sudah lama walaupun tidak pernah difungsikan oleh Bupati, berarti dari dahulu juga Tupoksi staff ahli sudah ada karena tidak mungkin staff ahli sudah dibentuk namun belum memiliki Tupoksi” jelasnya.

Le wharid mengharapkan kepada Pemkab Loteng dalam hal ini Bupati agar benar-benar memfungsikan para staff ahli tersebut agar kesan menjadi orang buangan yang hanya bisa makan gaji buta tidak lagi ditujukan kepada mereka. “sebenarnya wacana untuk memaksimalkan kinerja staff ahli ini sudah lama, namun wacana tinggal wacana, tapi para pejabat kita Talk Only No Action”  jelasnya mengakhiri. [Le]

4 Tanggapan

  1. Jabatan dulu.. pekerjaan menyusuL hehehehee kan biar kelihatan keren punya staff ahLi.. ada2 aja si Mamiq..

  2. ahli momot kan mule luwex lex Lombok, untung baru ngangkat 5 orang, diluar yang lebih ahli dari itu antre mau daftar…langanang sax lain meton…

  3. astagfirullah napa hari gini masih pd males-malesan kapan suksesnya.jadi staff ya harus menyesuaikan diri masak baca koran melulu.bangunkan masyarakat kita dong berikan contoh yg baik pada generasi2 muda😀

  4. :D:D:D:P mari membangun pak setaff dan untuk bapak bupati seharysnya membimbing mereka :S

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: