Murtad, Orang Yang Ragukan Kemurnian Al-Qur’an

Lotim— Munculnya beberapa pemikir Islam saat ini yang meragukan kemurnian Al-Qur’an oleh Rektor Universitas Nahdatul Wathan Mataram, TGH Drs. Mustamiuddin Ibrahim, SH dianggap atau dikategorikan sebagai golongan murtad. “para professor dan doctor yang meragukan kesucian Al-Qur’an adalah termasuk orang yang murtad, jadi jangan mengikuti ucapan mereka tentang Al-Qur’an” tegasnya dalam sebuah acara pengajian silaturrahmi di Anjani Lombok Timur belum lama ini.

Dikatakannya sangat ironis sekali jika orang Indonesia yang mengatakan adanya huruf-huruf yang salah dalam Al-Qur’an padahal mereka belum tentu bisa berbahasa arab atau menghafal Al-Qur’an. “kok beraninya mengatakan Al-Qur’an ada yang salah” cetusnya.

Pada kesempatan tersebut juga H. Mustamiuddin yang juga merupakan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram ini menyinggung pentingnya silaturrahim, dimana hal tersebut mengandung makna tersendiri. “dengan silaturrahim pengampunan Allah akan cepat datang, disamping itu dengan silaturrahim rizki akan mudah datang, umur kita akan panjang dalam melaksanakan kebaikan” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjutnya diharapkan kepada setiap umat Islam senantiasa berpegang teguh pada ajaran Rasulullah dan Al-Qur’an dan membiasakan diri untuk saling memaafkan antar sesame. “mari kita ikuti jejak Rasulullah dimana beliau sangat mudah memberikan maaf bagi orang yang melakukan kesalahan pada diri beliau tidak pernah menyimpan rasa dendam sedikitpun kepada sesame” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PBNW Ummi Hj. St. Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dalam pidatonya mengajak semua santri dan jama’ah NW untuk menjaga tali hubungan silaturrahim dan terus memegang teguh apa yang telah diwariskan dan diwasiatkan pendiri organisasi NW. “kita sebagai penerus beliau (Maulana Syekh –red) mari kita lanjutkan perjuangannya untuk menegakkan agama Allah melalui organisasi NW kita ini” imbuhnya. [Le/Nr]

3 Tanggapan

  1. sebagai warga lombok inilah yg kami harapkan terjalinya tali silatul rahmi baik itu pancor dan anjani kita sudah lelah selama ini saling menjelekkan dan saling menjatuhkan kini saatnya kita menyongsong masa depan yg lebih baik dan kekeluargaan. semoga apa yg dicita2kan maulana seh TG ZAENUDIN ABD MAZID bahwa NW itu satu bukan due ato telu dapat terwujud.

  2. hari gini masih ragu sama kemurnian al-quran.gila banget kali buruan tobat mas insyaallah Allah masih membuka pintu tobatnya untuk antum.

  3. Al-Qur’an yg mana yg gak murni? memang bnyak pihak ingin merubah isi Al-Qur’an, tp semua pasti ketahuan. Itu terjadi karena kuasa Ilahi, bukankah Allah sendiri yg menjamin isi Al-Qur’an. Sekecil apapun rubahan isi pasti akan ketahuan, percayalah. Keraguan tentang Islam ataupun Al-Qur’an memang dihembuskan oleh banyak pihak, para orientalis barat salah satunya. Tetapi ini diperparah oleh orang Indonesia (Islam) sendiri yang tidak mau mendalami agama Islam dan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Jd mana yg lebih membahayakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: