Emaar Properties Ancam Batalkan Investasinya Di Lombok

Loteng— Tidak seriusnya tim penyelesaian masalah lahan eks LTDC (Lombok Tourism Development Corporation) yang dibentuk Pemkab Loteng guna melakukan pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat akhirnya membuat Emaar Properties gerah dan mengancam akan membatalkan investasinya di NTB bahkan di Indonesia dan akan melakukan konfrensi pers di negaranya guna menjelaskan alasan mereka membatalkan Investasinya.

Hal ini menjadi tamparan yang sangat keras bagi dunia pariwisata NTB khususnya Loteng. Emaar Properties sudah sejak awal menyatakan keseriusannya guna membangun dan mengembangkan kawasan wisata pantai selatan Loteng tersebut sehingga dapat menjadi kawasan wisata yang bertaraf internasional.

Namun bak bertepuk sebelah tangan ternyata niat serius dari Emaar Properties tersebut tidak diikuti oleh keseriusan Pemkab Loteng dan Pemprov NTB. Belum tuntasnya berbagai permasalahan yang terjadi membuat Emaar Properties menjadi ragu sebab Emaar Properties sebelumnya telah beberapa kali memberikan kelonggaran Deadline kepada Pemkab Loteng untuk menyelesaikan pembebasan lahan tersebut.

Menyikapi ancaman Emaar Properties tersebut akhirnya Pemerintah langsung mengadakan rapat koordinasi, dalam rapat yang diselenggarakan di Gedung PKK Loteng tersebut hadir Gubernur NTB, KH. Zainul Mazjdi, MA dan Bupati Loteng, H.L. Wiratmaja. Dalam Rakor tersebut KH. Zainul Majdi menyampaikan kekhawatirannya jika pemerintah tidak bisa memenuhi Deadline yang diberikan oleh Emaar Properties maka Emaar Properties akan hengkang dan tentunya hal tersebut menjadi preseden buruk bagi Indonesia khususnya Lombok.

Dijelaskan juga guna meredam keinginan Emaar Properties untuk hengkang pemerintah memberikan Hak Pengguna Lahan (HPL) kepada Emaar Properties dan diharapkan dengan diberikannya HPL tersebut dapat menghapus keraguan Emaar Properties untuk melanjutkan investasinya. [Le]

 

29 Tanggapan

  1. Mton, ini bukan hanya tamparan yang sangat keras di wajah bagi kinerja PemKab Lombok Tengah. Ini juga pembodohan buat seluruh warga LoTeng. Selama ini dalam setiap kesempatan mulut pejabat kita sampai berbusa membual menggambarkan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan yang akan dicapai apabila proyek besar ini berhasil. Tapi apa? Investor sudah di depan mata tapi malah karyawannya dirampok, proses investasinya ditelantarkan, siapa yang nggak sebel?

    Central Lombok Project merupakan entry point bagi establishment Emaar Properties di Indonesia. Kalau ini sampai gagal, saya yakin ancaman Emaar untuk hengkang dari Indonesia bukan gertak sambal.

    Sial sekali kita warga LoTeng, dan bodoh sekali kita memilih pemimpin yang hanya bisa mandiin kuda dan ngurus pam swakarsa.

    Sorry, kali ini saya marah!!!!!!!

  2. sebenarnya kita mau salahin sapa seh ini?. yang saya sangat sesalkan sekali adalah para angota DPRD loteng. bagai mana tidak persoalan daerah yg berlalut2 begini mereka adem ayem aja tuh, kita tau semua angota dewan itu jembatan antara rakyat dan pemerintah bukan hanya mau ngomong kalo udah ada demo ini demi kepentingan masa depan rakyat loteng kok dianggap sepele. apa karna angaranya nga ada kalo dirapatin ato lg pada sibuk nyari cara biar tetap jadi angota dewan. wahai para angota dewan mana tindakan kalian mana suara kritik kalian kepada pemerintah mana bentuk tekanan saudara kepada pemda loteng ingatlah gaji saudara dari kami rakyat2 loteng juga . semoga ada angota dewan dari loteng yg mendengar keluhan ini………
    sunguh kami kecewa,kecewa dan kecewa lihatlah nasib generasi kita yg akan datang kapan lagi kita akan bangkit dari keterpurukan ini kapannnnnnnnnnnnnnnn !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. Betul apa kata arya karang sovak, bupati loteng hanya bisa ngurus kuda dan pam swakarsa yang dijadiin bodyguard kalao ada yg demo tinggal suruh bodyguardnya mengintimidasi orang, lapangan bundar dijadiin arena balap kuda padahal rencananya itu mau dijadiin pusat olahraga akhirnya apa? gedung koni yg semulanya mau dibangun disana jadi terbengkalai !!
    DPR selama ini tidak pernah mengkritisi kinerja bupati karena mereka ada main sama bupati itu sudah jadi rahasia umum eksekutif dan legeslatif loteng sama bobroknya !!

  4. Ngoh … ngoh…. arak-arak doang side ni !!

  5. Sepertinya urusan pemerintah dan dewan ga lebih dari sekedar berpolitik, dan sedikit sekali perhatiannya buat ngurus pembangunan. Bupati sedang sibuk bikin yayasan dan pam swakarsa baru untuk tetap mempertahankan kantong-kantong massanya.Mungkin ada kaitannya dengan pesta 2009

    Anggota dewan sedang sibuk koordinasi dan lobi sana-sini untuk pesta 2009

    Trus PemProv masih belum bisa bekerja optimal karena masih baru.

    Lalu yang ngurus pembangunan siapa? kalau nggak ada yang sempat ngurus pembangunan di saat-saat penting kayak gini, lalu apa gunanya mereka ada?

    Huh, sebell!!!

  6. itulah, ingin hati pengin mimpin daerah sendiri. Tapi mental, moral dan keahlian belum siap. Maluuu duueeh…..
    kalo mau jadi pemimpin jangan cari status jabatan, strata tingkat sosial/ekonomi atau apalah. Tapi bener2 untuk kemaslahatan ummat. Pegang tuch yang namanya Rohmatan lilalamin……

  7. Mari semeton2 jari tiang senamian…………kita undang TGH TGH yang ada se Pulau Lombok buat rowah sambil berdoa, semoga Emaar tdk jadi hengkang dr Indonesia….amiiiiiiiiiiiiin….lasingan luek raos doank………
    jangankan urus investor….urus anak gizi buruk aja ga becus…. sampe ada anak gizi buruk yg tinggal dibelakang Mesjid ….tdk diperhatikan sama tokoh agama dan pemerintah kita. mana bisa profesional…bisanya rowah dan berdoa sajah………kalah2 isik tetangga sebelah yg katanya dibilang Kafirun……….jangan2 Emaar nanti lari ke tetangga sebelah deeeeeegh…………………lol

  8. Sesuatu yang sangat bikin gw shock denger brita ini!!!

    gw adalah aseli lombok yng udah go all arround indonesia.
    membandingkan lombok dengan kota2 lainnya bikin gw sedih bgt.

    lombok pny potensi yg amazing .

    seandainya tetangga kita yang dapet ni tawaran investasi, pasti seluruh jajaran yang terkait, masyarakat dan pelaku pariwisata sangat antusias untuk merealisasikannya.

    sementara org2 lombok yg udah dibukain pintu dpn mata ga becus nylesein masalhnya.

    huh..
    gw ga abis fikir ama kedongolan tu pemimpin2
    stupid!

    gw bner2 nyesel bgt tau gak,
    tradisi org2 lombok memang tidak visioner. mereka cukup puas dengan keadaan yang sudah ada.

    I dont know what to say.

    PLEASE DONT LEAVE ME EMAAR………….

  9. apa masalahnya berat sekali ya ?,
    shg pemda dan jajarannya sampai kedodoran..
    semoga tidak lepas kesempatan emas dari Emaar.

  10. Menurut Mamiq Ngoh, di NTBPost, persoalan utamanya adalah belum tercapainya kesepakatan mengenai besarnya nilai tali asih bagi ex-pemilik yang kembali mengarap lahan ex-LTDC tersebut. Warga meminta besaran tali asih disamakan dengan besarnya tali asih yang diberikan kepada ex-pemilik tanah untuk BIL. Permintaan warga tersebut saya pikir masuk akal juga. Karena warga sudah memiliki tarif acuan yang akan dijadikan patokan. Apalagi saya tahu persis bahwa warga dari kedua daerah tersebut selalu bahu-membahu dalam menjalankan ratusan rangkaian demonstrasi dalam memperjuangkan keadilan. Isu lahan BIL dan LTDC bagaikan kedua sisi uang logam. Lalu kalau terjadi perbedaan dalam pemberian tali asih, tentunya warga akan keberatan. Apalagi mereka tahu kalau lahan mereka akan “diberikan” kepada investor kelas dunia yang jauh lebih besar/kaya ketimbang sebuah Angkasa Pura. Kalau Mamiq bisa memberikan tali asih dengan besaran tertentu untuk lokasi BIL, lalu kenapa di sini tidak bisa? Bahkan dengan krisis ekonomi yang membuat harga semakin melambung, NILAI tali asih yang diminta sebenarnya menjadi lebih rendah dari pada yang sudah diberikan sebelumnya pada lahan BIL.

    Masalahnya apa sehingga Persoalannya di mana? Uang lagi, uang lagi? Makanya, idenya siapa wisma pemda dengan anggaran sampe belasan miliar? Mau menjadi pesaingnya Emaar ya. Kereceq’m pade!Kalau anggaran tersebut digunakan untuk kepentingan yang mendesak kayak gini, sayak yakin kita akan terhindar dari masalah ini. Apalagi sekarang denger2 walau pengerjaannya sudah berjalan sekian persen ternyata tidak ada pengawasan sehingga dikhawatirkan pengerjaannya tidak akan sesuai dengan bestek. Kok sampai bisa nggak ada pengawasan. Siapa yang akan berwenang memberikan quality assurance untuk proyek mahal ini? Laguq sediah’m pade pkedaq pengawas! Mule kepeng doang isi’n ulu’m!

  11. Salut buat sahabat-sahabat yang punya kepedualian pada daerah tercinta, meskipun pada hemat tiang tidak harus diungkapkan dengan saling salah-menyalahkan.(Barangkali ini adalah hal yang paling mudah dilakukan).
    Hmm…tiang sampaikan perspektif lain. Entah seberapa serius ancaman Emaar tersebut, apa memang begitu seriusnya atau hanya trik untuk meningkatkan posisi tawar untuk langkah langkah bisnis selanjutnya. Terlepas dari itu, dan kemungkinan bias pewartaan, tiang mengajak kita semua untuk tidak cepat-cepat ciut dengan hal-hal seperti itu, apalagi (kalau benar) pihak investor mengancam akan membatalkan investasinya. Dari sisi bahasa saja, tiang yang bukan siapa-siapa sangat tersinggung dengan kata ´mengancam´. Memangnya siapa kita dan siapa mereka. Entah apa yang sahabat-sahabat rasakan dengan kata-kata seperti itu. Yang tiang harapkan, kalau kita memang ingin besar dan kuat, dan mempunyai harga diri …. kita tidak cepat-cepat ciut dengan áncaman´ seperti itu, seolah olah investor adalah segala-galanya. ´´Good wine needs no bush´ongkat batur bat, barang bagus tidak perlu dipromosikan dengan banyak cuap-cuap, karena orang akan datang membeli sendiri.

    Benar kita sendiri mempunyai banyak PR yang harus diselesaikan. Tanpa Emaar sekalipun, meskipun akan ada perlambatan perkembangan di Loteng, kita mempunyai kesempatan emas untuk merumuskan dengan lebih baik cita-cita dan strategi pembangunan umat di Lombok tercinta.

    Semoga semua pihak dapat menemukan penyelesaian yang arif dan adil atas hal-hal tersebut.
    Mohon maaf jika ada kekeliruan.

  12. saya pikir ini suatu pelajaran yg baik dimana siapapun impestor yg akan ber impestasi di NTB jangan kita angap remeh. klo kita biarkan hal ini terjadi tidak menutup kemunkinan impetor2 yg lain akan diperlakukan sama, kita kan cuma menuntut ketegasan aparatur di NTB untuk menyelesaikan persoalan ini jangan sampai berlarut larut. sebab daerah ini bukan hanya rugi waktu,tenaga dan juga pikiran sampai kapan kita harus menungu, ini namanya kesempatan didepan mata masih juga berlagak jual mahal apa seperti ini yg kita mau….

  13. Kedengarannya memang sedikit arogan kalo Emaar sampai “mengancam” akan membatalkan investasinya. Tapi saya kira mereka wajar2 saja kalau sampai mengancam karena selama kehadiran mereka di Indonesia pasti sudah banyak menghabiskan dana untuk operasional Emaar Indonesia di Jakarta. Mereka sudah sewa kantor, membayar staff, dan biaya operasional lainnya. Kalau aktivitas di lapanan terus-menerus tertunda, trus karyawannya di Jakarta bisa ngapain? Apa Emaar harus menggaji staff untuk tidur-tiduran dan maen game di kantor gara-gara Mamiq Ngoh dan timnya nggak bisa bekerja sesuai target?

    Bukan hanya Emaar yang rugi, seperti apa yang disampaikan Bung Fahrun, kita juga akan kehilangan banyak waktu, tenaga, biaya dan fikiran. Kalau sampai Emaar pergi, proses akan dimulai dari nol lagi dengan investor baru [kalau ada]. Penjajagan sana-sini, survey ini-itu, negosiasi lagi, tandatangan MoU, dan masih banyak embel2 lain yang butuh waktu sebelum aktivitas yang sebenarnya bisa berjalan. Mumpung kita sudah terlanjur melangkah, mari usahakan yang sudah berjalan ini jangan sampai gagal.

  14. KESEMPATAN TAK KAN DATANG DUA KALI
    Tiang sependapat dengan miq arya di lihat dari besar nya minat investor luar seperti Emaar untuk memberikan kontribusinya buat ntb khususnya cobalah sekali bapak2 yang menduduki singgasana di lombok berkunjung ke dubai dan sekitar nya sungguh akan takjub dengan bangunan yang di bangun oleh Emaar yang bertarap international dan bisa mengahdirkan para wisatawan untuk berkunjung apa lagi kami yang berkerja di Gulf country (arab)bila berjalan ke Hypermarket di situ akan terpampang brosur tujuan obyek wisata ke indonesia tak terkecuali di situ akan terlihat yang menjadi fokus tujuan utama obyek nya adalah pulau lombok -NTB >>dan bagaima kah image para wisatawan yang berkunjung bila kenyataan di lombok khususnya mereka cuman hanya menjumpai banyak kerbau2 dan kambing yang makan rumput di sekitar pantai karena di brosur terlihat betapa pesona nya wisata lombok dengan alam nya yang indah
    tapi kenyataan nya ???Benar kita sendiri mempunyai banyak PR yang harus diselesaikan. tapi rumor dengan kurang minat nya perusahaan besar seperti Emaar akan mengundang respon yang kurang baik buat investor lain nya
    dan bagaimanakah nasib para kawule penerus generasi lombok>>jangan lah kita tahu nya cuman angon kerbau.sapi>kambing saja>>lihatlah india>malaysia betapa gencar mereka memperomosikan daerah obyek wisata yang tak kalah jauh dengan indonesia dan bisa lihat di iklan2 tv eropa>>espn>polska dan yang lain nya

    >>kemiskinan merajalela<<<>karena minim nya
    pemerintah memberikan lowongan kerja <<

  15. >>kemiskinan merajalela<<karena minim nya
    pemerintah memberikan lowongan kerja <<

    Jangan salah, Miq Mutawali!
    Mamiq Ngoh juga banyak mengangkat Tenaga Harian Lepas dan honorer Pol PP [Polisi Poroq-poroq] sebagai bentuk keperihatinannya terhadap kemiskinan yang merajalela. ;-p

    Oknum-oknumnya juga sangat bertanggung jawab terhadap kualitas SDM dan jaminan masa depan calon tenaga honorer. Calon harus baik hati, tidak sombong, dermawan dan RAJIN MENABUNG. Kalau mau diterima, calon honorer harus mau MENABUNG 2/3 juta pada petugas. Tapi ntar bisa diambil lagi nggak ya? Hehehe….

  16. ngoh…ngoh…ngoh…..

    ( ‘h’ ganti ‘k’ )

    ngok..ngok..ngok…..

    adakah yg familiar dgn bunyi di atas??

  17. pandiq motor “kaji”………pandiq jaran “tiang”……….wah selapuq-lapuq “aku”……..

  18. Mungkin ini ‘peringatan’ dari mitra saja, bahwa manajemen untuk hal besar kayak gini harus profesionaL. Nggak bisa santai2 saja.. Harusnya petinggi Loteng dan NTB sadar bahwa berurusan sama orang luar itu beda dengan memerintah para kauLe baLe.. hehehehe… Manajemen profesionaL nggak akan mau tahu siapa itu mamiq Ngoh atau Amaq BLuntas, nggak propfesionaL ya ditinggaL…

    Mungkin begituLah kira2..

  19. oooooooooiiiiiiiiiiiiiiiiiii kasihan mamiq ngoh disalhakan terus, kan tau pelungguh senamian beliaukan tidaak tamat SD, masih pelungguh percayak jari bupati en iniq bae tau ngoros sak meno2,

  20. kta jga gak bsa menyalahkan masarakat kawasan LTDC….disini ada calo tanah yg bermain ,masarakat di iming2kan harga yg tinggi dan isu emaar akan dijadikan senjata ampu oleh pra clo tanah tuk mempengaruhi masarakat agar tidak menerima tali asih..klo tali asih tidah disamain dengan yg di BIL maka emaar akan hengkang dan loteng akan ngaka ngingi ngongo..tindak tegas para clo tanah ini !! saya pribadi slaku warga loteng ingin skali liat daerah ini maju …wasalam nuge sasak rantau

  21. Permasalahannya jadi berlarut-larut karena ada begitu banyak kepentingan “bermain”disitu.mungkin satu -satunya jalan penyelesaiannya apabila Tuan Guru bersedia turun kelapangan dan berembug dengan masyarakat mencari jalan keluar yang terbaik buat semua pihak.Semoga Tuan Guru memprioritaskan penyelesaian masalah ini,sehingga kesempatan emas ini tidak hilang.Sebagus atau sebesar apapun potensi wisata LOTENG ,kalau mentalitas para pejabatnya masih seperti ini,Insya Allah sampai kiamat pun tidak akan ada investor yang “waras”yang bersedia menanamkan modalnya .

  22. tabek semeton yek milu sekedik, aneh dendekt polak semanget maeh yet pade bedo’e mudahan ndek nyedi investor tie, laseng menurutk jak ndekn salak sekek dengan tie, laguk salak ite pade selapukn, sengakn selaek erop elek bumi sasak tie pade raosn doang begeliwah, laguk nden inik terlaksana, kembekn, sengakn ite ndet bedoe kemelek sak kuat, ye demen milu-miluan laguk melen milu seneng doang, conton melen marak dengan sak uah berhasil laguk keberhasilan dengan doang pade mun ongok nden uah pade ongok usahen dengan seendekman berhasil, maik doang ntan pade mele, nden uah mele pade susah mane mane sekedik, malah nani menorotk uah maik tie arak investor laguk masihn bae mele maik-an, piran malek arak sak marak mentie mangan karengn yak suapn, laguk berat lalok imen badek jangke nden tao besuap, kareng melen te ewok,
    he..he
    emangnya EMAAR papuk balokm, he dengan sak tesaduk lek lombok usahe kembek sekedik,

  23. Hohohohohoho.. jadi rame juga nih, hebat.. berarti semua peduLi dengan apa yang terjadi, yang sudah terjadi, maupun yang akan terjadi di Lombok (khususnya Loteng). Itu wajar, ya namanya juga tanah tumpah darah hehhhee… Mohon maap juga kaLo Lalu Ngoh banyak disebut, ya namanya orang ‘NOMER 1’ diLoteng sebagai yang punya gawe.. ya wajar2 ajalah… kalau tidak mau dikritik maka jangan melakukan apapun, jangan berpikir apapun dan jangan menjadi apapun.. insya Allah orang2 nggak bakaL ngobroLin hehehehheee dikenaL juga kayaknya nggak akan hohohohohohhhhooo..

    begituLah kira-kira🙂

  24. Kalo mau terkenal,mbok ya berusaha terkenal dengan hal yang positif lah..seharusnya si Mamiq walaupun mutu intelektualnya kurang mumpuni,kan dia punya sedikit kharisma di mata masyarakat.itu sudah terbukti ketika terjadi bentrok massa antar kampung di lokasi BIL beberapa tahun yg lalu.Untuk urusan teknis pemerintahan mungkin ada orang yang lebih kompeten dan berkualitas,biarlah urusan yang membutuhkan segi “ketokohan ” menjadi bagian si Mamiq.Semoga si Mamiq bisa menempatkan diri sesuai dengan kapasitas pribadi yang dia punyai,sehingga bisa berbagi tugas dengan jajarannya untuk kemajuan dan kesejahteraan LOTENG.kalo udah maju,silahkan pake stelan cowboy nya and pacu itu kuda – kuda di sepanjang pantai Mandalika…dijamin nggak bakalan ada yang protes deh…turis2 juga pasti pada pingin nyobain…kan bisa jadi peluang bisnis yang bagus….tul nggak?

  25. Tiang sangat sedih dengan kabar niki, tiang mengharapkan sekali hal niki tidak akan terjadi.
    sebelum tiang mudik ke USA/ikut istri tiang pernah bekerja di perusahaan PT Pantai aan membantu pembangunan hotel di Selong belanak tetapi
    hotel nike gagal.tiang tahu benar mengapa mereka gagal karena masarakat dan pemerintah saat nike sepertinya sepertinya tidak tahu dan tidak mau tahu apa arti pembangunan.
    tapi zaman niki tiang yakin bapak bapak di pemerintahan dan masarakat (special in central lombok) sampun punya wawasan apa arti pembangunan dan kehidupan yang untuk masa depan yang cerah bangi masyarakat Lombok khususnya.
    sampun niki semoga cerita tiang niki tidak terulang lagi kalo EMAAR pergi dari lombok tiang tidak
    tahu kapan lagi ada harapan ada INVESTOR yang akaan datang ke lombok

    Sampu niki tiang matur
    Tampiasih

  26. Mamiq Wira pernah kerja sama Along bangun bungalow di Selong Belanak bukan?kalau ya ,saya pernah lihat “peninggalanan”nya.Sangat menyedihkan.Semuanya terbenkalai.Ada cerita, tamu2 disitu pernah beberapa kali di rampok,ngeri juga..Saya kebetulan tinggal di Jepang dan sudah invest sedikit lahan di Kuta untuk usaha restoran atau spa.tapi itu tergantung jadi tidaknya EMAAR melanjutkan investasinya.Karena kalau cuma mengharapkan tingkat hunian dan kunjungan wisatawan ke Kuta seperti sekarang,Insya Allah dalam beberapa bulan ditanggung bangkrut.Mamiq ada rencana buka usaha disana kalau EMAAR melanjutkan rencana investasinya?salam kenal ,selamat menjalani hidup di perantauan…semoga sukses..

  27. Dear Helmi.
    EMAAR terlalu besar di bandingkan dengan yang lain yang ada di lombok .lombok butuh investor untuk mendukung perkembangan ekonomi dan bidang yang lain,dan untuk membuka pintu bagi investor yang lain untuk untuk datang ke tanak Sasak. saya mengenal along tetapi saya tidak bekerja sama dia saya pernah jadi staf PT pante aan
    yang ada di selong belanak yang di miliki oleh
    RORRY dan MESIR SURYADI (RORRY orang australia yang lama di lombok) saya tidak akan menungu EMAAR untuk membikin hotel karena kami
    punya lahan di selong belanak, penujak dan di pelambik dari sejak lama mungkin sudah 35 tahun kami memiliki itu.hai HELMI saya tinggal di USA sudah
    14 tahun tepat nya di TRAVERSE CITY, MICHIGAN
    saya sangat menyesalkan sekali kenapa pemerintah
    loteng memebiar kan hal ini akan terjadi atau dilain
    bahasa mereka belum berubah atau mereka tidak
    mau berubah. Tiang tunas maaf dengan comment tiang niki.

    salam dari
    lalu wirayani
    1725 cherry line dr
    Traverse city
    Michigan 49686
    email: lwirayani@yahoo.com

  28. anih nuk bagus semenekan eni, salam kenal tipak semeton sak uah noles saran dan kesannya, oh ya pak helmi dan pak wiriyani, saya senag sekali bisa membaca komentar dan saran yang anda tulis, kalo bisa pak helmi tolong dong tulis alamat e-mail nya seperti pak wirayani, soalnya saya juga sering ke jepang, kalo ada waktu kita bisa ketemu, meletk bedait kance semeton lombok lek jepang sak pade2 lombok tengah.

    amakn dai
    yoenk88@yahoo.com

  29. Keseriusan EMAAR untuk berpartisipasi demi kemajuan pariwisata lombok dibuktikan kembali dengan menjadi sponsor Lombok International Triathlon 2008.Ini salah satu langkah promosi yang efektif juga saya rasa,ditambah gencarnya insan2 pariwisata mempromosikan keindahan pesona bawah laut,begitu berfariasi dan masih perawan nya ombak 2 buat para surfer mania,ada istilah dari teman 2 surfer dari California yang biasa surf -trip ke Lombok,mereka bilang”In Lombok there are so many waves for everybody..you can catch and ride them as many as you can…”
    Buat Miq Wira ,makasih atas tanggapannya,saya pernah dengar yang namanya Rorry ,lumayan terkenal ya di Kuta dst,Pak Mesir Suryadi baru dapat musibah ya..Itu orang2 memang mudah diprovokasi…mungkin dapat sedikit uang rokok saja sudah siap “bergerak”.Selama dapur masih susah ngebulnya,pasti mudah untuk mengerahkan massa dengan iming2 rupiah.Kapan ada rencana membangun? kalau Mamiq ada teman orang sana yang tertarik kerjasama ,mohon diperkenalkan dengan saya.saya sekarang sedang cari partner untuk membangun.Terima kasih.Oh ya ,Mamiq sudah punya berapa momongannya?
    Buat Amaq Dai,saya sebenarnya bukan orang Sasak,saya berasal dari Lampung,Pernah kuliah dan menetap di Bandung selama 7 th,kemudian pindah ke Bali dan menetap disana sampai 2003 kemudian hijrah ke Jepang sampai sekarang.saya menikah dengan warga Jepang dan Alhamdulillah sudah dikaruniai 2 putri dan masih menunggu kelahiran anak yang ke 3.Walaupun saya bukan orang Sasak,tapi Lombok sudah saya anggap seperti kampung halaman saya sendiri,Kalau kebetulan sedang ada di Kuta , saya sering ikut kelam dengan warga dusun Ketapang tiap malam Jum’at.Ada rencana kami akan pindah dan menetap di Lombok beberapa tahun kedepan setelah ada perkembangan berarti dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dibidang pendidikan ,kesehatan dll.Kalau Amaq Dai ke Jepang silahkan hubungi saya di 0582759850 09017882750 atau email saya di helmiz@softbank.ne.jp hzanni2001@yahoo.com Kita bisa bertemu untuk mempererat tali persahabatan.Ditunggu kedatangan nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: