Bonyo : Jaga Stabilitas Daerah

Mataram— Kian menghangatnya suhu politik di NTB terutama menjelang Pilkada gubernur 2008-2013 mendatang, membuat Wakil Gubernur angkat bicara. pada wartawan wagub NTB, Drs. H.B. Tamrin Rayes meminta seluruh masyarakat tetap menjaga situasi keamanan, terlebih menjelang detik-detik pelaksanaan pilkada.

Beberapa tahapan yang dinilai rentan konflik, yakni tahapan penetapan calon oleh KPUD, masa tenang, tahapan pencoblosan sampai tahapan penghitungan suara. Semua tahapan itu diharapkan mampu disikapi semua pihak dengan baik guna menjaga setabilitas daerah. “Berpolitik itukan mestinya harus santun dan saling menghormati, jangan sampai ada hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas daerah” kata Bonyo sapaan H.B. Tamrin Rayes. Kecuali itu, masyarakat saat ini telah mampu membaca bahkan memahami figure mana yang layak dijadikan tumpuan masa depan NTB untuk jangka waktu lima tahun kedepan. Karnanya jika ada upaya yang mengarah pada sikap provokasi yang bertujuan menarik simpati massa, diakuinya sangat tidak efektif dan professional.

“Masyarakat sekarang sudah paham dan mampu melihat figure mana yang bisa dijadikan panutan dan sebagai tempat menggantungkan harapan pada masa depan daerah ini” ujarnya. Terkait pada isu yang mengarah pada tindakan provokasi itu, Bonyo mewanti-wanti masyarakat agar tidak terpancing sehingga kondusivitas tidak terganggu karenanya. Ditekankan lagi kesantunan dalam berpolitik harus dikedepankan, jika semua pihak ingin NTB aman dan tetap dalam situasi yang kondusif. Sehingga tidak ada keributan disana sini, harapan kita daerah tetap terkontrol dan masyarakat tenang dan dapat beraktivitas dengan baik, ungkapnya. [KB]

 

 

Pelaku Perusakan Agar Diproses Hukum

Loteng— Camat Praya Tengah, L. Gede Islahuddin menyayangkan tindakan anarkis pasca Pilkades di desa Pejanggik. Perusakan kantor desa serta bangunan PKBM dan tembok SD, tidak pernah diprediksikan sebelumnya. Ini terjadi spontanitas, mengingat sejak proses Pilkades mulai pendaftaran yang dilakukan jauh hari sebelumnya, tidak ada tanda-tanda yang mengarah ketindakan anarkis atau tidak terjadi gejolak, sejak awal proses Pilkades berlangsung aman dan lancar.

Menurut L. Gede Islahuddin secara administrasi pelaksanaan Pilkades desa Pejanggik tidak ada masalah, pihak yang dinyatakan kalah dalam Pilkades sudah menendatangani berita acara pemilihan. Hal itu merupakan bukti kalau proses Pilkades di desa Pejanggik tidak ada persoalan dan berlangsung lancar dan saat ini panitia Pilkades tinggal menunggu pengesahan dari BPD setempat, untuk selanjutnya kades yang dinyatakan sebagai pemenangakan segera dilantik.

Sementara perusakan yang dilakukan oleh massa, menurut camat Praya Tengah, dilakukan secara spontanitas oleh warga yang tidak puas dengan kekalahan calon yang mereka dukung. Terhadap aksi perusakan tersebut, kami meminta kepada pihak berwajib dalam hal ini aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku, terutama para provokator yang memprovokasi warga, katanya tegas.[KB]

 

Dua Warga Pelaku Kerusuhan Pilkades Pejanggik Ditahan

Loteng— Dua orang warag desa Pejanggik terpaksa harus berurusan dengan polisi mereka diduga telah melakukan perusakan secara bersama-sama kantor desa Pejanggik, kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah, Rabu (7/5) lalu. Kerusuhan yang terjadi didesa Pejanggik adalah imbas dari kekecewaan warga yang calonnya kalah usai melaksanakan Pilkades. Desa Pejanggik sejak Rabu lalu sempat mencekam usai Pilkades berlangsung.

MA (19) dan AY (20) warga setempat dibekuk untuk selanjutnya dijebloskan kedalam sel tahanan Mapolres Loteng. Kapolres Loteng melalui Kasat Reskrim AKP Fedriansah SIK menyatakan, ditahannya dua orang warga itu karena diduga telah melakukan perusakan secara bersama-sama. Dia menduga perusakan terjadi dikantor desa Pejanggik akibat kecewa karena sebelum Pilkades berlangsung telah terjadi transaksi taruhan.

Fedriansah memperkirakan akan ada lagi tersangka baru dari kasus tersebut, “kami berhasil menangkap dua warga tersebut Rabu (7/5) sekitar pukul 19:00 wita mereka sempat melarikan diri namun akhirnya berhasil ditangkap oleh anggota” tandasnya. Dalam kasus tersebut polisi telah menyiapkan pasal yang bakal menjerat tersangka yaitu pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.[KB]

Pilkades Di Loteng Rusuh

Loteng— Kantor desa Pejanggik menjadi sasaran massa setelah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa itu rusuh. Hingga dimulainya pengitungan suara pada pukul 14:00wita pelaksanan Pilkades di lima desa yang berlangsung serempak pada Rabu (7/5) lalu awalnya aman, namun akhirnya tercoreng dengan terjadinya kerusuhan disertai perusakan oleh pendukung salah satu calon kades Pejanggik, kecamatan Praya Tengah, yang dinyatakan kalah setelah penghitungan suara usai.

Aksi perusakan yang dilakukan pendukung Karani, S.Ip yang pada Pilkades kalah dari Drs. Mustamin, sekitar pukul 18:00wita melakukan perusakan kantor desa Pejanggik  dengan cara melempari kaca kantor hingga hacur berantakan. Tidak hanya itu Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) yang berada tidak jauh dari kantor desa juga menjadi sasaran amuk massa, akibatnya sekretariat PKBM tersebut hancur berantakan.

Pilkades Pejanggik hanya di ikuti 2 orang calon, yakni Drs. Mustamin (incumbent) dan Karani, S.Ip, dari hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan panitia Pilkades, perolehan suara dimenangi Mustamin dengan 1.745 suara sedangkan Karani mendapatkan 1.393 suara. Beberapa warga desa Pejanggik yang dimintai keterangannya oleh wartawan mengungkapkan bahwa awalnya pelaksanaan Pilkades Pejanggik berlangsung aman dan lancar, kondisi memanas terjadi antara dua kubu calon sejak memasuki pertengahan penghitungan suara, saat itu Mustamin sudah mulai mengungguli perolehan suara dari keseluruhan suara yang suda dihitung di setiap TPS. Dan akhirnya dari hasil penghitungan suara Mustamin dinyatakan sebagai pemenang.

Awalnya panitia Pilkades tidak mengira akan terjadinya tindakan anarkis dari salah satu kubu pendukung calon kades tersebut. Dimana begitu penghitungan suara berakhir sekitar pukul 17:00 wita, massa yang berkonsentrasi di kantor desa membubarkan diri. Namun menjelang maghrib, sekitar pukul 18:30 wita, tanpa diaba-aba, massa pendukung Karani di beberapa titik terlihat bekumpul, tiba-tiba massa yang tidak terima dengan kekalahan calon yang didukungnya tersebut, melakukan pelemparan kantor desa, beberpa kaca kantor desa hancur berantakan.

Melihat aksi massa dan untuk menghindari terjadinya kerusakan lebih parah, aparat kepolisian yang sebelumnya sudah berjaga-jaga di kantor desa kemudian berusaha menghalau massa dengan memberikan tembakan peringatan, massa kemudian mundur menjauhi kantor desa Pejanggik. Namun sekitar pukul 20:00 wita, massa yang terkonsentrasi di dusun Pejanggik mengamuk kembali, mereka melampiaskan kemarahanya dengan merusak salah satu PKBM yang berada di dusun Pejanggik hingga hancur, semua pasilitas yang ada di PKBM seperti, kursi, meja dan lainnya porak poranda. Tidak hanya itu, tembok pagar depan SDN Pejanggik juga tak luput dari aksi massa, akibatnya tembok pagar depan SDN Pejanggik ambruk rata dengan tanah.

Melihat massa yang tidak terkendali tersebut, akhirnya aparat kepolisian yang sudah tidak berhasil dengan melakukan pendekatan persuasif, kemudian membubarkan paksa massa dengan memberikan tembakan peringatan, massa pun kemudian tunggang langgang kabur menyelamatkan diri. Dari pantauan wartawan, Kamis (8/5) kemarin, kondisi desa Pejanggik sudah mulai kondusif, masyarakat mulai melaksanakan aktivitas seperti biasanya, kendati dibeberapa tempat masih nampak kerumunan beberapa warga, sedangkan kantor desa Pejanggik terlihat masih berantakan, puing-puing kaca jendela yang berantakan masih belum dibersihkan dan dibiarkan begitu saja, sementara puluhan aparat kepolisian masih berjaga-jaga untuk menjaga kemungkinan terjadinya aksi anarkis susulan. [KB]