Loteng— Kantor desa Pejanggik menjadi sasaran massa setelah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa itu rusuh. Hingga dimulainya pengitungan suara pada pukul 14:00wita pelaksanan Pilkades di lima desa yang berlangsung serempak pada Rabu (7/5) lalu awalnya aman, namun akhirnya tercoreng dengan terjadinya kerusuhan disertai perusakan oleh pendukung salah satu calon kades Pejanggik, kecamatan Praya Tengah, yang dinyatakan kalah setelah penghitungan suara usai.
Aksi perusakan yang dilakukan pendukung Karani, S.Ip yang pada Pilkades kalah dari Drs. Mustamin, sekitar pukul 18:00wita melakukan perusakan kantor desa Pejanggik dengan cara melempari kaca kantor hingga hacur berantakan. Tidak hanya itu Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) yang berada tidak jauh dari kantor desa juga menjadi sasaran amuk massa, akibatnya sekretariat PKBM tersebut hancur berantakan.
Pilkades Pejanggik hanya di ikuti 2 orang calon, yakni Drs. Mustamin (incumbent) dan Karani, S.Ip, dari hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan panitia Pilkades, perolehan suara dimenangi Mustamin dengan 1.745 suara sedangkan Karani mendapatkan 1.393 suara. Beberapa warga desa Pejanggik yang dimintai keterangannya oleh wartawan mengungkapkan bahwa awalnya pelaksanaan Pilkades Pejanggik berlangsung aman dan lancar, kondisi memanas terjadi antara dua kubu calon sejak memasuki pertengahan penghitungan suara, saat itu Mustamin sudah mulai mengungguli perolehan suara dari keseluruhan suara yang suda dihitung di setiap TPS. Dan akhirnya dari hasil penghitungan suara Mustamin dinyatakan sebagai pemenang.
Awalnya panitia Pilkades tidak mengira akan terjadinya tindakan anarkis dari salah satu kubu pendukung calon kades tersebut. Dimana begitu penghitungan suara berakhir sekitar pukul 17:00 wita, massa yang berkonsentrasi di kantor desa membubarkan diri. Namun menjelang maghrib, sekitar pukul 18:30 wita, tanpa diaba-aba, massa pendukung Karani di beberapa titik terlihat bekumpul, tiba-tiba massa yang tidak terima dengan kekalahan calon yang didukungnya tersebut, melakukan pelemparan kantor desa, beberpa kaca kantor desa hancur berantakan.
Melihat aksi massa dan untuk menghindari terjadinya kerusakan lebih parah, aparat kepolisian yang sebelumnya sudah berjaga-jaga di kantor desa kemudian berusaha menghalau massa dengan memberikan tembakan peringatan, massa kemudian mundur menjauhi kantor desa Pejanggik. Namun sekitar pukul 20:00 wita, massa yang terkonsentrasi di dusun Pejanggik mengamuk kembali, mereka melampiaskan kemarahanya dengan merusak salah satu PKBM yang berada di dusun Pejanggik hingga hancur, semua pasilitas yang ada di PKBM seperti, kursi, meja dan lainnya porak poranda. Tidak hanya itu, tembok pagar depan SDN Pejanggik juga tak luput dari aksi massa, akibatnya tembok pagar depan SDN Pejanggik ambruk rata dengan tanah.
Melihat massa yang tidak terkendali tersebut, akhirnya aparat kepolisian yang sudah tidak berhasil dengan melakukan pendekatan persuasif, kemudian membubarkan paksa massa dengan memberikan tembakan peringatan, massa pun kemudian tunggang langgang kabur menyelamatkan diri. Dari pantauan wartawan, Kamis (8/5) kemarin, kondisi desa Pejanggik sudah mulai kondusif, masyarakat mulai melaksanakan aktivitas seperti biasanya, kendati dibeberapa tempat masih nampak kerumunan beberapa warga, sedangkan kantor desa Pejanggik terlihat masih berantakan, puing-puing kaca jendela yang berantakan masih belum dibersihkan dan dibiarkan begitu saja, sementara puluhan aparat kepolisian masih berjaga-jaga untuk menjaga kemungkinan terjadinya aksi anarkis susulan. [KB]